KERAJAAN HINDU INDONESIA
Perkembangan Hindu-Buddha di Indonesia awalnya disebarkan oleh para pedagang, terutama dari India.
Agama tersebut mula-mula dianut oleh raja-raja dan para bangsawan.
Kemudian rakyat dari kerajaan itu ikut menganut agama seperti rajanya.
Sedangkan Agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang
terutama dari Gujarat, Arab, dan Persia. Agama Islam berkembang pesat
dengan adanya kerajaan-kerajaan di daerah pesisir pantai, seperti
Samudra Pasai di Sumatera dan Demak di Jawa.
1. KERAJAAN YANG BERCORAK HINDU DI INDONESIA
Pengaruh Hindu masuk ke Indonesia sekitar abad ke-5 M. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberapa prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa.
a. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai berdiri pada tahun 400 Masehi. Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai terletak di Muarakaman, di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Pendiri Kerajaan Kutai adalah Kudungga. Kerajaan Kutai mencapai puncak
kejayaan pada pemerintahan Raja Mulawarman. Mulawarman menyembah Dewa
Syiwa. Peninggalan sejarah Kerajaan Kutai berupa prasasti berbentuk yupa (tugu
bertulis) yang menceritakan bahwa raja Mulawarman menghadiahkan 20.000
ekor sapi kepada Brahmana. Prasasti itu menggunakan huruf Pallawa dengan
bahasa Sanskerta.
b. Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan
Tarumanagara merupakan kerajaan Hindu yang didirikan pada tahun 450
Masehi. Kerajaan Tarumanagara terletak di dekat aliran Sungai
Citarum, Bogor Jawa Barat. Menurut berita Cina, Tarumanagara disebut
Tolomo. Raja Tarumanagara yang terkenal adalah Purnawarman. Agama yang
dianutnya adalah Hindu aliran Wisnu.
Peninggalan sejarah Kerajaan Tarumanagara antara lain berupa prasati. Contohnya Prasasti Tugu, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti
Lebak, Prasasti Jambu, Prasasti Pasir Awi, dan Prasasti Muara Cianten.
Dalam Prasasti Kebun Kopi dan Prasasti Ciaruteun terdapat telapak kaki gajah dan telapak kaki Raja Purnawarman.
c. Kerajaan Mataram Hindu (Kuno)
Kerajaan
Mataram kuno berdiri sekitar abad 8 Masehi. Raja pertama yang
memerintah bernama Sanna. Setelah ia meninggal digantikan oleh Sanjaya.
Ia bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Ia digantikan oleh Rakai
Panangkaran, bergelar Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai
Panangkaran.
Setelah
pemerintahan Rakai Panangkaran, Kerajaan Mataram Hindu (Kuno) pecah
menjadi dua. Satu kerajaan dipimpin oleh dinasti Sanjaya (beragama
Hindu). Satu kerajaan dipimpin dinasti Syailendra (beragama Buddha).
Dinasti Syailendra berkuasa di Jawa Tengah bagian Selatan. Dinasti Sanjaya berkuasa di Jawa Tengah bagian Utara.
Perpecahan
di Kerajaan Mataram Hindu (Kuno) disatukan kembali melalui ikatan
perkawinan Rakai Pikatan (dinasti Sanjaya) dan Pramudya Wardhani
(dinasti Syailendra). Peninggalan Kerajaan Mataram Hindu (Kuno) yang
terkenal adalah Candi Prambanan.
d. Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri berdiri sejak tahun 1115 – 1222 M. Kerajaan Kediri merupakan gabungan dari dua kerajaan, yaitu Jenggala dan Kahuripan. Kerajaan Kediri terletak di daerah Kediri Jawa Timur, sekitar lembah Sungai Brantas.
Raja
Kediri yang pertama adalah Bameswara. Raja Kediri yang terkenal adalah
Jayabaya. Iabegitu terkenal karena ramalannya yang disebut Jangka
Jayabaya. Raja Kediri yang terakhir adalah Kertajaya yang meninggal
tahun 1222. Pada tahun itu Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok di Desa
Ganter, Malang.
Peninggalan sejarah Kerajaan Kediri terdiri atas karya sastra dan prasasti. Peninggalan berupa prasasti, antara lain Prasasti Padlegan, Prasasti Palas, dan Prasasti Panumbangan. Adapun karya sastra yang terkenal, yaitu:
1) Kitab Smaradahana karangan Empu Darmaja
2) Kitab Arjuna Wiwaha karangan Empu Kanwa
3) Kitab Hariwangsa dan Kitab Gathutkacasraya karangan Empu Panuluh
4) Kitab Krisnayana karangan Empu Triguna
5) Kitab Bharatayudha karangan Empu Sedah dan Empu Panuluh.
e. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari terletak di antara Kota Lawang -
Malang,
Jawa Timur. Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Beliau
memerintah tahun 1222-1227 M. Para penggantinya adalah Anusapati
(1227-1248), Panji Tohjaya (1248), Ranggawuni (1248-1268), Kertanegara (1268 -1292).
Raja
Singasari yang terkenal adalah Kertanegara. Raja ini memiliki karisma
yang besar dalam usaha mempersatukan Nusantara di bawah Kerajaan
Singasari. Ia pernah menyerang Kerajaan Sriwijaya yang dikenal dengan
ekspedisi Pamalaya (1275 M).
f. Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit terletak di Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya. Ia adalah menantu Kertanegara dari Kerajaan Singasari. Ketika Singasari diserang oleh Jayakatwang
dari Kediri, Raden Wijaya berhasil meloloskan diri ke Madura. Beliau
minta bantuan Wiraraja. Setelah menjadi raja beliau bergelar Kertanegara
Jayawardhana.
Raden Wijaya digantikan oleh putranya Kalagemet yang bergelar Sri
Jayanegara. Kalagemet digantikan oleh Sri Gitarja yang bergelar
Tribhuanatunggadewi. Pada 1350 Masehi, Tribhuanatunggadewi digantikan
oleh Hayam Wuruk. Waktu itu Hayam Wuruk baru berusia 16 tahun. Hayam Wuruk bergelar Rajasanagara.
1) Kejayaan Majapahit pada Masa Raja Hayam Wuruk
Pada
masa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mengalami puncak
kejayaan. Bersama maha patih gajah mada, hayam wuruk berhasil
mempersatukan nusantara.
Gajah
mada adalah maha patih Majapahit yang diangkat setelah berhasil
menumpas pemberontakan sadeng pada masa Sri Gitarja yang bergelar Tribuwanatunggadewi
Jayawisnuwardhani. Saat dilantik, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa.
Dalam sumpah itu tersirat cita-cita Gajah Mada mempersatukan Nusantara.
Untuk mewujudkan cita-cita itu, Gajah Mada membangun armada laut.
Karena memiliki angkatan laut yang kuat, Kerajaan Majapahit dikenal
sebagai kerajaan maritim. Pimpinan armada laut dipercayakan kepada Empu Nala.
Hayam
Wuruk juga memperhatikan kegiatan kebudayaan. Hal ini terbukti dengan
banyaknya candi yang didirikan dan kemajuan dalam bidang
sastra.
Candi-candi peninggalan Majapahit, antara lain Candi Sawentar, Candi
Sumberjati, Candi Surawana, Candi Tikus, dan Candi Jabung. Karya
sastra
yang terkenal pada masa Kerajaan Majapahit ialah Kitab Negarakertagama
karangan Empu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Dalam
kitab Negarakertagama terdapat istilah Pancasila. Sedangkan di dalam
Sutasoma terdapat istilah Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu juga kitab
sejarah Singsari dan Majapahit hasil karya Empu Prapanca,
Pada
masa pemerintahan Hayam Wuruk, terjadi Perang Bubat. Perang Bubat
terjadi antara Kerajaan Majapahit dan kerajaan Pajajaran. Hayam Wuruk
bermaksud mempersunting Diyah Pitaloka (Ciptaresmi), putri raja
Pajajaran. Pihak Majapahit mengirim utusan untuk melamar. Raja Pajajaran
memimpin secara langsung rombongan putrinya ke Desa Bubat yaitu desa
yang disepakati dijadikan tempat Hayam Wuruk meminang Dyah Pitaloka.
Namun, Patih Gajah Mada mempunyai rencana lain. Gajah Mada memaksa raja
Pajajaran yang sudah ada di Desa Bubat untuk mempersembahkan putrinya
sebagai upeti kepada Raja Hayam Wuruk. Permintaan itu ditolak oleh raja
Pajajaran, sehingga terjadi perang besar di Desa Bubat. Seluruh
rombongan Kerajaan Pajajaran, termasuk raja dan puterinya tewas. Hayam
Wuruk tidak berkenan atas tindakan Gajah Mada. Sejak peristiwa itu,
hubungan keduanya renggang.
2) Kemajuan Majapahit di bawah Pimpinan Hayam Wuruk
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai kemajuan di
berbagai bidang. Dalam bidang pemerintahan Majapahit juga membentuk
badan peradilan yang disebut Sapta Papati. Untuk melaksanakan kekuasaan
pengadilan disusunlah kitab hukum. Kitab tersebut bernama Kutaramanawa
yang dibuat oleh Mahapatih Gajah Mada. Dalam bidang agama pemerintahan
Majapahit membentuk Dharmadyaksa ring Kasyaiwan dan Dharmadyaksa ring
Kasogatan. Dharmadyaksa ring Kasyaiwan, adalah badan yang mengatur agama Hindu. Dharmadyaksa ring Kasogatan, adalah badan yang mengurusi agama Buddha.
3) Kemunduran Majapahit
Sepeninggal Hayam Wuruk, terjadi perebutan kekuasaan di Majapahit. Pengganti Hayam Wuruk adalah Kusumawardhani yang
bersuamikan Wirakramawardhana. Wirakramawardhanalah yang memimpin
Majapahit tahun 1389-1429. Bhre Wirabumi (anak selir Hayam Wuruk) diberi
kekuasaan di Blambangan. Menurut Bhre Wirabumi, dirinya yang berhak
menjadi raja di Majapahit.
Pada tahun 1401-1406 terjadi perang saudara (paregreg) yang terjadi di desa Paregreg. Bhre Wirabumi terbunuh dalam perang itu. Tumbuhlah benih persengketaan berlarut-larut di antara keturunan Hayam Wuruk.
2. PENINGGALAN SEJARAH YANG BERCORAK HINDU DI INDONESIA
a. Candi
Pada
candi Hindu biasanya terdapat arca perwujudan tiga dewa utama dalam
ajaran Hindu (trimurti). Tiga dewa itu adalah Brahma, Wisnu, dan Syiwa.
Brahma adalah dewa pencipta, Wisnu dewa pemelihara, dan Syiwa dewa
pelebur.
Candi
peninggalan Hindu yang terkenal adalah Candi Prambanan atau Candi Loro
Jonggrang. Di dalam candi ini terdapat patung Trimurti dan relief yang
mengisahkan cerita Ramayana. Tokoh dalam cerita Ramayana adalah Rama,
Shinta, dan Burung Jatayu.
b. Prasasti
Prasasti
adalah benda peninggalan sejarah yang berisi tulisan dari masa lampau.
Tulisan itu dicatat di atas batu, logam, tanah liat, dan tanduk
binatang. Prasasti peninggalan Hindu ditulis dengan huruf Pallawa dan
berbahasa Sansekerta. Prasasti tertua adalah Prasasti Yupa (Kerajaan Kutai), dibuat sekitar tahun 350-400 M.
c. Patung
Contoh
patung peninggalan kerajaan Hindu yang terkenal adalah Patung Airlangga
sedang menunggang garuda. Dalam patung itu, Airlangga digambarkan
sebagai penjelmaan Dewa Wisnu.
d. Karya sastra (kitab)
Karya
sastra yang terkenal antara lain Kitab Baratayuda dan Kitab
Arjunawiwaha. Kitab Baratayuda dikarang Empu Sedah dan Empu Panuluh.
Kitab Baratayuda berisi cerita keberhasilan Raja Jayabaya dalam
mempersatukan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala. Kitab Arjunawiwaha
berisi pengalaman hidup dan keberhasilan Raja Airlangga.